Tuesday, February 18, 2014

Penanganan Untuk Kucing Diare

Diare bukan penyakit. Diare adalah gejala kucing diare, kucing mencret, diarrhea cat, mengatasi kucing diare akibat adanya gangguan pada saluran cerna (usus) yang ditandai perubahan konsistensi tinja (lebih encer) dan meningkatnya frekuensi buang air besar (BAB). 
 
Hal terpenting yang harus dilakukan adalah pikirkan penyebabnya. Kebanyakan diare pada kucing karena infeksi virus, misalnya rotavirus dan adenovirus. Tidak ada obat diare selain oralit (khusus kucing, bisa dibeli di petshop) untuk mencegah dehidrasi (kekurangan cairan tubuh). Bila diare disertai darah, periksa tinja, singkirkan kemungkinan amuba.

Umumnya, saat kucing sedang diare, nafsu makannya akan berkurang. Beri makanan sering-sering tapi sedikit. 
 
 Kucing lesu
 
Bila kucing menderita diare kurang lebih hingga 1 minggu, disebut diare akut. Diare akut ini dapat disebabkan oleh adanya infeksi dan bukan infeksi. Penyebab kucing diare akibat infeksi adalah virus, bakteri, parasit, dan jamur. Sedangkan diare yang bukan infeksi disebabkan oleh malabsorbsi, dan alergi makanan, bahkan oleh obat.

Jangan beri obat antidiare atau antimuntah. Diare dan muntah adalah mekanisme tubuh untuk membuang virus, kuman, dan racun yang masuk ke usus. Usus diibaratkan saluran pembuangan kotoran, jika saluran ini disumbat maka kotoran pun akan balik dan semakin lama semakin menumpuk, penyakit pun akan berlangsung lebih lama.

Prinsip utama penanganannya adalah mencegah dan menangani dehidrasi. Oleh karena itu bila kucing diare-muntah perhatikan tanda-tanda dehidrasi.
  • Dehidrasi ringan : Mata kering, mulut kering, buang air kecil lebih sedikit atau jarang
  • Dehidrasi sedang : Mata cekung, tampak lemas, tampak sangat kehausan, semakin jarang buang air kecil, kulit kering.
  • Dehidrasi berat : Tidak mau minum, tidak buang air kecil lebih dari delapan jam, ketika kulit dicubit sulit kembali seperti semula, sangat lemas sekali.

Segera bawa kucing ke dokter bila :
  • Diare disertai darah
  • Diare banyak sekali, warnanya menjadi pucat dan berair
  • Diare berlangsung lebih dari 1 minggu
  • Dehidrasi berat
  • Lemas dan sangat mengantuk

Observasi terlebih dahulu penyebab diare, mungkin ada makanan yang tidak berkenan atau memang ada infeksi, tetapi tanpa obat sekalipun keesokan harinya sudah kembali normal tinjanya. Hindari pemberian makanan tertentu bila diare disebabkan oleh gangguan absorbsi makanan.

Obat utama diare adalah pemberian cairan yang cukup dan oralit (cairan elektrolit). Tidak diperlukan obat antidiare dan antibiotik (apabila diare tidak disertai darah). Penggunaan obat adsorben seperti kaolin hanya mengubah tampilan feses dan menyamarkan dehidrasi, namun tidak menghentikan diare. Jaga selalu kebersihan untuk mencegah penyebaran penyakit.

Tips: 
Jika kucing Anda mengalami diare disertai muntah-muntah dan ingin cepat sembuh, Anda bisa mengobatinya secara alami tanpa obat. Untuk mengetahu caranya silahkan Anda baca dalam ebook "Kucing Muntah".
Good luck! 

Ciri Kucing Sakit dan Jenis-Jenis Penyakit Kucing

Kucing adalah hewan peliharaan yang paling umum dimiliki oleh banyak orang diseluruh dunia, alasannya kucing memang merupakan hewan yang sangat lucu, ramah terhadap manusia, mudah di pelihara, dan bisa menjadi obat pelipur lara. 
 

Namun meskipun demikian, ada kalanya kucing tiba-tiba sakit dan membuat pemiliknya cemas. Pastinya sangat sedih bila kucing yang kita sayangi tiba-tiba jatuh sakit. Agar kucing Anda bisa sembuh maka harus segera diobati, sebelum mengobati si kucing, alangkah baiknya jika Anda mengenali gejala-gejala kucing yang sakit. Berikut ini beberapa ciri umum jika kucing mengalami sakit:
  • Nafsu makan menurun.
  • Nafas kucing bau/kurang sedap.
  • Hidungnya berair.
  • Kucing muntah-muntah
  • Warna urine berubah.
  • Kucing mencret.
  • Kucing suka menyendiri.
  • Kucing mengeluarkan air liur secara berlebihan.
 
Berikut ini beberapa penyakit yang umum terjadi pada kucing:

1. Kucing Muntah-Muntah
Muntah kadang-kadang merupakan hal yang wajar pada kucing. muntah biasanya terjadi kalau kucing kebanyakan makan atau karena menjilati bulunya sendiri sehingga banyak bulu yang ikut tertelan dan menimbulkan 'hairball' dalam perutnya. Namun jika kucing Anda muntahnya muntah cairan berwarna kuning, muntah putih berbusa, muntah cacing, atau muntah darah, maka hal tersebut harus diwaspadai. Jika perlu bawa kucing Anda ke dokter hewan, atau obati sendiri dengan membaca "ebook Kucing Muntah".

2. Kucing Cacingan
Cacing merupakan hewan parasit yang bisa mengganggu organ tubuh kucing. Kehadiran parasit ini biasanya karena kurangnya kebersihan lingkungan kucing, seperti kandang, tempat pup (litter box) kucing yang jarang dibersihkan, serta tempat makan dan minum yang kotor. 
 
Biasanya parasit ini akan menjadi cacing dalam tubuh kucing. Ada beberapa jenis cacing yang diantaranya dapat menimbulkan efek serius bahkan kematian pada kucing misalnya: cacing bulat atau ascariasis, cacing tambang, cacing tanduk, cacing kremi dan cacing pita. 
 
Anak kucing yang menderita cacingan biasanya ditandai dengan kurangnya nafsu makan, kekurangan gizi serta kondisi tubuh yang terus menurun. Secara fisik anak kucing yang cacingan perutnya akan terlihat buncit. Anda bisa konsultasikan ke dokter hewan untuk diberi obat cacing apa yang cocok untuk si anak kucing.

3. Radang Perut 
Radang perut pada kucing biasanya disebabkan oleh virus. Kucing yang terserang virus ini bisanya akan sering sakit perut dan muntah-muntah. Pada beberapa kasus bahkan kucing akan pingsan. Kehilangan cairan tubuh akibat seringnya muntah akan mengakibatkan kucing merasa sangat haus akan tetapi kucing tidak dapat minum sendiri karena tubuhnya lemas. Jika kucing Anda muntah-muntah terus dan ingin menyembuhkannya cobalah baca "ebook Kucing Muntah".

4. Sembelit dan Mencret/Diare
Mencret atau sembelit biasanya timbul apabila kita merubah jenis makanan secara mendadak. Perut kucing akan sulit beradaptasi jika kita merubah jenis makanan yang biasanya kita berikan. Beralihlah secara bertahap jika ingin mengganti makanannya. Kalau kotorannya cair dan berbau atau bahkan disertai darah, waspadailah. Apalagi disertai demam dan muntah-muntah. Konsultasikan dengan dokter hewan terdekat.

5. Flu Kucing
Penyakit flu kucing ini biasanya terjadi pada musim kemarau dan disebabkan oleh virus. Gejala yang biasa timbul adalah bersin bersin, mata dan hidung yang bergerak terus menerus. Produksi air liur yang berlebih juga termasuk gejala penyakit ini. Berikanlah vaksinasi di dokter hewan anda.

6. Toxoplasmosis
Penyakit ini adalah yang paling ditakuti karena dapat menyerang manusia. Gejalanya biasanya adalah sesak nafas dan kurang darah. Penularan pada manusia biasanya melalui kotoran kucing. Untuk menghindari penyakit ini adalah dengan memberikan makanan yang berkualitas serta bergizi tinggi. Selalu bersihkan tempat kotoran si kucing.

Monday, February 17, 2014

Tips Mengobati Kucing Muntah-Muntah Terus

Apakah kucing Anda pernah mengalami muntah-muntah secara terus menerus? Jika pernah, maka Anda senasib dengan saya, hehehe..

Dua minggu yang lalu kucing saya muntah-muntah terus entah kenapa, mungkin bisa sampai empat kali dalam sehari, dan itu berlangsung selama hampir tiga hari. Saya sangat kasihan sekali melihatnya, khawatir sikucing kena penyakit berbahaya. Maklum, di daerah saya gak ada dokter hewan yang praktek jadi gak bisa konsultasi.

Untung saja saya keburu menemukan cara mengobatinya, yaitu dalam ebook yang ada di situs www.kucingmuntah.com, sebuah situs yang menawarkan solusi cara mengatasi kucing yang muntah-muntah terus. 
Dalam ebook tersebut terdapat penjelasan cara mengobati kucing yang sering muntah-muntah dengan pengobatan alami yang mudah didapatkan disekitar Anda. Selain itu, ebook tersebut juga berisi penjelasan mengenai cara agar kucing tetap mau makan dan minum pada saat kucing tidak ada nafsu makan. Isi ebook tersebut disertai banyak gambar sehingga mudah sekali untuk dipahami.

Waktu itu setelah mempraktekan isi yang ada didalam ebook, sehari kemudian kucing saya sudah tidak muntah-muntah lagi, dan dua hari kemudian kucing saya sudah mau makan. Resep cara mengobati kucing muntah yang ada dalam ebook tersebut sangat manjur bagi si kucing.

Jika Anda punya kucing yang muntah-muntah terus dan ingin kucingnya sembuh dari penyakit tersebut, saran saya beli saja ebook kucing muntah ini. Menurut saya harganya cukup murah dan terjangkau oleh semua kalangan.

Note: Jika kucing Anda muntah-muntahnya disertai dengan darah atau sudah hampir seminggu muntah-muntah terus, segeralah bawa ke dokter hewan yang bagus, agar bisa dicek dengan peralatan khusus.

Kucing Muntah Keluar Cacing

Terkadang, masalah penyakit kucing datang begitu saja. Misalnya saja sebulan yang lalu kucing Angora saya meninggal karena muntah-muntah dan tidak mau makan, 3 minggu yang lalu kucing Persia saya juga mengalami sakit juga dan muntah-muntah, namun muntah-muntahnya keluar cacing dan si kucing masih mau makan walaupun sedikit.

Kucing Persia ku

3 minggu yang lalu kucing persia saya yang berumur 15 bulan tiba-tiba saja muntah keluar cacing, dan saya sangat ngeri sekali melihat cacinnya. Cacingnya berwarna putih seperti Spagheti dan itu masih hidup, cacingnya bergerak-gerak, ighhh...

Menurut info yang saya peroleh, kucing muntah keluar cacing adalah ciri-ciri kucing yang terjangkit dengan parasit didalam perutnya. Parasit cacing ini pun bermacam-macam, yang paling umum yaitu ada cacing yang mengganggu pada paru-paru, ada yang mengganggu dalam perut/sistem pencernaan, dan lain-lain.

Cacing yang mengganggu paru-paru biasanya akan membuat sikucing sesak nafas dan gangguan pernapasan. Sedangkan cacing yang mengganggu pada saluran pencernaan bisa menyebabkan kucing mual-mual dan akhirnya muntah cacing.

Cacing-cacing ini jika dibiarkan bisa menginfeksi tubuh kucing dan bisa mematikan, sehingga harus segera diobati dengan obat cacing. Kadang selain cacing yang keluar dari muntahan, cacing juga bisa keluar dari anus si kucing pada saat buang air (pup).

Kucing yang cacingan parah bisa menyebabkan kucing terkena anemia, diare, dan gangguan lainnya. Kucing yang terjangkit cacingan biasanya menular dari induknya yang menurun ke anak kucing, bisa juga menular dari makanan yang mengandung telur/larva cacing, dan juga bisa menular dari kutu kucing yang kotor

Lalu bagaimana cara mengobati kucing yang muntah keluar cacing? Dulu saya sempat memberi obat cacing khusus kucing yang direkomendasikan dokter hewan. Selain itu saya juga pernah mengobatinya secara alami berdasarkan panduan yang ada dalam ebook Kucing Muntah dari KucingMuntah.com Sampai saat ini Alhamdulillah si kucing sehat terus dan tidak muntah-muntah cacing lagi.